Selasa, 21 November 2017

REVIEW ARTIKEL ETIKA PROFESI (KONSEP PROFESIONALISME DAN BIDANG PROFESI)

Judul
PENGERTIAN ETIKA PROFESI SERTA PROFESIONALISME

Artikel
csagboyz.wordpress.com

Tahun
8 November

Penulis Abdul
Rohim

Reviewer
Abdulloh Said Al Fauzi (30414054)

Definisi Etika dan Profesi
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah Ethos, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya.

Kata Kunci
Etika profesi konsep profesionalisme dan Bidang profesi

A. Pengertian Etika Profesi menurut para Ahli
- Menurut Kaiser Dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 )
Etika profesi merupakan sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
- Menurut (Anang Usman, SH., MSi.)
Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama.

B. Prinsip Dasar Etika Profesi
1. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya
- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya
2. Keadilan
- Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
- Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
- Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
- Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi

C. Profesionalisme
Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.

D. Etika Profesi Bidang Teknik Mesin
Etika dalam bidang Teknik Mesin yaitu merupakan suatu prinsip-prinsip atau aturan prilaku di dalam bidang Teknik Mesin yang bertujuan untuk mencapai nilai dan norma moral yang terkandung di dalamnya. Sedangkan Profesi dalam bidang teknik Mesin dapat diartikan sebagai pekerjaan , namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Sebuah profesi akan dapat dipercaya dunia industri ketika kesadaran diri kita yang kuat menjunjung tinggi nilai etika profesi kita di dunia industri maupun di sekitar kita. Jadi dapat di katakan etika profesi yaitu batasan-batasan untuk mengatur atau membimbing prilaku kita sebagai manusia secara normatif. Kita harus mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Karena semuanya itu sangat berpengaruh bagi kita sebagai mahasiswa teknik mesin yang seharusnya mempunyai etika yang bermoral baik.

Sumber Data
[1] Brooks, Leonard J. 2007. Etika Bisnis & Profesi, Edisi 5. Penerbit Salemba Empat
[2] http://alfianmuzaki.blogspot.com/2014/10/pengertian-etika-profesi-etika-profesi.html
[3] http://rusman-buru.blogspot.com/2012/06/makalah-etika-profesi-seorang-insinyur.html
[4] http://m-roiful.blogspot.com/2014/10/tugas-3-pengertian-etika-profesi.html
[5] http://www.pendidikanku.net/2015/07/pengertian-etika-pengertian-profesi-pengertian-etika-profesi-pengertian-profesionalisme.html




Sumber : https://csagboyz.wordpress.com/2015/11/08/pengertian-etika-profesi-serta-profesionalisme/

Minggu, 12 Juni 2016

Studi Kasus Pengelolaan Limbah Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta


A.  DEFINISI LIMBAH INDUSTRI
    Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Sedangkan limbah industri adalah limbah yang dihasilkan dari suatu industri. Jenis dan karakteristik limbah industri sangat beragam sesuai dengan jenis industri itu sendiri. Limbah industri membutuhkan pengolahan bila ternyata mengandung senyawa pencemaran yang berakibat menciptakan kerusakan terhadap lingkungan atau paling tidak berpotensial menciptakan pencemaran. Untuk itu, diperlukan teknologi-teknologi pengolahan limbah yang baik.


B. KARAKTERISTIK LIMBAH INDUSTRI
    Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian:
Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri atas bahan buangan padat, bahan buangan organik, dan bahan buangan anorganik.
Limbah padat. Limbah padat adalah limbah yang sesuai dengan sifat benda padat merupakan sampingan hasil proses produksi. Pada beberapa industri tertentu, limbah ini sering menjadi masalah baru sebab untuk proses pembuangannya membutuhkan satu pabrik pula.
   Limbah gas dan partikel. Limbah gas dan parikel adalah limbah yang memanfaatkan udara sebagai media. Pabrik mengeluarkan gas, asap, partikel, debu melalui udara, dibantu angin memberikan jangkauan pencemaran yang cukup luas. Gas, asap dan lain-lain berakumulasi/bercampur dengan udara basah mengakibatkan partikel tambah berat dan malam hari turun bersama embun. 
  Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya, dan jumlahnya secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Pengelolaan Limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pengelolaan Limbah B3 ini bertujuan untuk mencegah, menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas lingkungan tercemar, dan meningkatan kemampuan dan fungsi kualitas lingkungan.


C. PENGOLAHAN LIMBAH
     Limbah membutuhkan pengolahan bila ternyata mengandung senyawa pencemaran yang berakibat menciptakan kerusakan terhadap lingkungan — atau paling tidak — potensial menciptakan pencemaran. Suatu perkiraan harus dibuat lebih dahulu dengan jalan mengidentifikasi sumber pencemaran, kegunaan jenis bahan, sistem pengolahan, banyaknya buangan dan jenisnya, kegunaan bahan beracun dan berbahaya yang terdapat dalam pabrik. Dengan adanya perkiraan tersebut, maka program pengendalian dan penanggulangan pencemaran perlu dibuat. Sebab limbah tersebut baik dalam jumlah besar atau sedikit dalam jangka panjang atau jangka pendek akan membuat perubahan terhadap lingkungan, maka diperlukan pengolahan agar limbah yang dihasilkan tidak sampai mengganggu struktur lingkungan.
     Namun demikian, tidak selamanya harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Ada limbah yang langsung dapat dibuang tanpa pengolahan, ada limbah yang setelah diolah dimanfaatkan kembali. Dimaksudkan tanpa pengolahan adalah limbah yang begitu keluar dari pabrik langsung diambil dan dibuang. Ada beberapa jenis limbah yang perlu diolah dahulu sebab mengandung polutan yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan. Limbah diolah dengan tujuan untuk mengambil barang-barang berbahaya di dalamnya dan atau mengurangi/menghilangkan senyawa-senyawa kimia atau nonkimia yang berbahaya dan beracun.
   Pengolahan limbah berkaitan dengan sistem pabrik. Ada pabrik yang telah mempergunakan peralatan dengan kadar buangan rendah sehingga buangan yang dihasilkannya tidak lagi perlu mengalami pengolahan. Bagi pabrik seperti ini memang telah dirancang dari awal pembangunan. Buangan dari pabrik berbeda satu dengan yang lain.
     Perbedaan ini menyangkut pula dengan perbedaan bahan baku dan perbedaan proses. Suatu pabrik sama-sama mengeluarkan limbah air, namun terdapat senyawa kimia yang berbeda pula. Karena banyaknya variasi pencemar antara satu pabrik dengan pabrik lain maka banyak pula sistem pengolahan. Demikian banyak macam parameter pencemar dalam suatu buangan, akibatnya membutuhkan berbagai tingkatan proses pula. Limbah memerlukan penanganan awal. Kemudian pengolahan berikutnya. Pengolahan pendahuluan akan turut menentukan pengolahan kedua, ketiga, dan seterusnya.



Gambar 1. Mekanisme Pengolahan Limbah

   Penetapan efisiensi peralatan dan standar buangan yang diinginkan akan mempengaruhi ketelitian alat, volume air limbah, sistem perpipaan, pemasangan pipa, pilihan bahan kimia, danlain-lain.Dalam mendesain peralatan, variabel tadi harus dapat dihitung secara tepat. Belum ada suatu jaminan bahwa satu unit peralatan dapat mengendalikan limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Adapun jenis kegiatan dalam pengolahan air limbah dapat diuraikan dalam tabel berikut.

Tabel 1. Jenis Kegiatan dan Tujuan Pengolahan Limbah




Tabel 2. Parameter Pencemar dan Alternatif Metode Pengolahan


STUDI KASUS
     Masalah limbah yang memang menjadi masalah yang pasti ada disetiap pabrik merupakan hal yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik. Limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula adalah limbah padat yang jumlahnya cukup banyak pada tiap produksinya. Pabrik gula ini telah membuang limbahnya dengan cara penumpukan atau open dumping.Pabrik membeli sejumlah besar lahan kemudian langsung membuang limbahnya di tempat itu. Oleh masyarakat sekitar limbah yang dibuang terutama blotong (ampas tebu) diambil secara cuma- cuma untuk pembuatan asbes, genteng, pupuk, kompos dan dijadikan bahan bakar industri batu bata, karena blotong ini masih mengandung sejumlah belerang sehingga baik untuk dijadikan sebagai bahan bakar. Sebelum blotong di buang,blotong tersebut dimasukan dalam oven dengan suhu 105˚ dalam kurun waktu 3 jam. Tujuan blotong di oven untuk mengurangi kadar air yang terdapat di blotong tersebut, sehingga tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat ketika dibuang.

ANALISIS
    Solusi pemecahan masalah untuk limbahnya yaitu dengan menjadikan blotong tersebut pupuk Kompos yang dapat dimanfaatkan lagi fungsinya. Proses pengomposan untuk limbah blotong ini tergolong mudah, mengingat blotong ini merupakan limbah tumbuhan yang dapat terurai dengan kata lain yaitu limbah ini bersifat organik. Menurut pendapat pribadi penulis, limbah yang dijadikan pupuk ini akan lebih bermanfaat dan memberikan nilai finansial yang cukup tinggi untuk perusahaan. Walau pada saat awal proses merubah limbah menjadi pupuk akan membuat perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih, namun seiring dengan berjalannya waktu proses pengolahan limbah dengan menjadikannya pupuk inilah salah satu cara yang terbaik. Selain memberikan manfaat seperti yang diatas, pengolahan limbah ini juga bermanfaat bagi regenerasi tumbuhan. Mengingat pupuk merupakan bahan yang dapat menyuburkan, mempercepat proses pertumbuhan, sumber makanan cadangan dan proses lain yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Pengolahan dan pengelolaan limbah yang baik ini sangat patut untuk dicontoh oeh perusahaan gula lainnya. Kompos limbah blotong ini juga bisa dijadikan suatu karya tangan atau kerajinan yang unik dan menarik, sehingga dapat memberikan nilai lagi yang lebih bermanfaat. Pengolahan dan pengelolaan limbah blotong ini dapat terus dilakukan dan diberikan perbaikan untuk proses pengolahan yang bukan hanya limbah blotong saja. Namun untuk pengelolaan limbah yang lain juga.


Sumber:
https://duniawarnaku.wordpress.com/2012/10/01/pengolahan-limbah/ 
http://aku-siti-istiqomah.blogspot.co.id/2013/07/tanggapan-mengenai-studi-kasus.html

Senin, 02 Mei 2016

Merek Marlboro Cleartaste, Philip Morris Kalah Lawan Japan Tobacco


Studi Kasus 


Jakarta - Upaya perusahaan rokok asal Amerika Serikat (AS) Philip Morris untuk membatalkan merek rokok Clear milik Japan Tobacco gagal. Sebab kantor hukum SKC Law tidak sah secara hukum untuk mewakili Philip. "Majelis memutuskan gugatan tidak dapat diterima," kata ketua majelis hakim Lidya Sasando saat membacakan putusan, di Pengadilan Negeri Jakarat Pusat (PN Jakpus), Jl Gajah Mada, Jakarta, Selasa (11/2/2014). Hakim berpendapat jika SCK Law dianggap tidak dapat mewakili Managing Director Philip Morris sebagai pihak penggugat. Saat dimintai keterangan, kuasa hukum Philip memilih tak memberikan statemen apa pun. Sementara itu kuasa hukum Japan Tobacco diketahui tidak hadir.
Kasus ini berawal saat Japan Tobacco mendaftarkan merek Clear ke Ditjen HKI. Philip Morris tak terima dengan merek tersebut karena dianggap sama dengan merek produknya Marlboro Cleartaste. Atas hal itu, Philip Morris pun menggugat. Marlboro merupakan merek rokok yang diproduksi oleh Philip Morris International, perusahaan rokok nomor satu dunia. Merek rokok ini pertama kali ditampilkan pada tahun 1904.



Analisis :
Dari contoh kasus merek diatas bahwa upaya perusahaan rokok asal Amerika Serikat (AS) Philip Morris untuk membatalkan merek rokok Clear milik Japan Tobacco gagal. Sebab kantor hukum SKC Law tidak sah secara hukum untuk mewakili Philip. Kasus ini berawal saat Japan Tobacco mendaftarkan merek Clear ke Ditjen HKI. Philip Morris tak terima dengan merek tersebut karena dianggap sama dengan merek produknya Marlboro Cleartaste. Atas hal itu, Philip Morris pun menggugat. Pada akhirnya Marlboro merupakan merek rokok yang diproduksi oleh Philip Morris International, perusahaan rokok nomor satu dunia. Merek rokok ini pertama kali ditampilkan pada tahun 1904.

Selasa, 05 April 2016

Hukum Industri

UNDANG-UNDANG TENTANG PERINDUSTRIAN


BAB I
Ketentuan Umum

Pasal 1


Dalam Undang-Undang ini dimaksud dengan:
1. Perindustrian adalah tatanan dan segala kegiatan yang bertalian dengan kegiatan industri.
Contoh: Kegiatan dimana bahan mentah diproses menjadi bahan jadi dan siap untuk di pasarkan dan bernilai lebih tinggi.

2. Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.
Contoh: bahan baku mentah seperti kayu di proses dan diubah menjadi bahan yang bernilai seperti alat-alat properti.

3. Industri Hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Contoh: Perusahaan pertambangan terus-menerus mengeruk permuakaan tanah di kalimantan, tetapi persahaan tersebut tidak lupa melakukan penanaman pohon kembali pada llahan yang gundul sehingga lingkungan hijau tetap terjaga.

4. Industri Strategis adalah industri yang penting bagi negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, meningkatkan atau menghasilkan nilai tambah sumber daya alam strategis, atau mempunyai kaitan dengan kepentingan pertahanan serta keamanan negara dalam rangka pemenuhan tugas pemerintah negara.
Contoh: PLN Indonesia yang menaungi kepentingan keamanan kelistrikan di indonesia.

5. Bahan baku adalah bahan mentah, bahan setengah jadi, atau barang jadi, yang dapat diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
Contoh: kayu di proses menjadi kertas, kertas di proses dan di rakit menjadi buku.

6. Jasa Industri adalah usaha jasa yang terkait dengan kegiatan industri.
Contoh: industri transportasi, industri perbankan, industri asuransi, dll.

7. Setiap orang adalah perseorangan atau korporasi.
Contoh: UKM (usaha kecil menengah), Bengkel, Toko pakaian, dll.

8. Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisasi, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum.
Contoh: PT Pertamina yang berada di dalam pengawasan BUMN.

9. Perusahaan Industri adalah Setiap Orang yang melakukan kegiatan di bidang usaha Industri yang berkedudukan di Indonesia.
Contoh: Perusahaan minuman AQUA adalah perusahaan asli dari indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

10. Perusahaan Kawasan Industri adalah perusahaan yang mengusahakan pengembangan dan pengelolaan kawasan Industri.
Contoh: PT Astra Honda Motor yang berada di kawasan industri MM2100.

11. Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri.
Contoh: Kawasan Industri Jababeka.

12. Teknologi indsutri adalah hasil pengembangan, perbaikan, invensi, dan/atau inovasi dalam bentuk teknologi proses dan teknologi produk termasuk rancang bangun dan perekayasaan, metode, dan/atau sistem yang diterapkan dalam kegiatan industri.
Contoh: Industri minyak, pertambangan, kehutanan dan lain-lain. Dimana teknologi yang digunakan adalah teknologi yang mutakhir dan terus dilakukan pengembangan.

13. Data Industri adalah fakta yang dicatat atau direkam dalam bentuk angka, huruf, gambar, peta, dan/atau sejenisnya yang menunjukkan keadaan sebenarnya untuk waktu tertentu, bersifat bebas nilai, dan belum diolah terkait dengan kegiatan Perusahaan Industri.
Contoh: Gambar histogram Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Tahun 2010-2015.

14. Data Kawasan Industri adalah fakta yang dicatat atau direkam dalam bentuk angka, huruf, gambar, peta, dan/atau sejenisnya yang menunjukkan keadaan sebenarnya untuk waktu tertentu, bersifat bebas nilai, dan belum diolah terkait dengan kegiatan Perusahaan Kawasan Industri.
Contoh: Data Daftar perusahaan di Kawasan Industri Cikarang dan Jababeka.

15. Informasi Industri adalah hasil pengolahan Data Industri dan Data Kawasan Industri ke dalam bentuk tabel, grafik, kesimpulan, atau narasi analisis yang memiliki arti atau makna yang bermanfaat bagi penggunanya.
Contoh: Tabel data penjualan Mobil yang dilakukan perusahan Toyota Manufaktur Indonesia.

16. Sistem Informasi Industri Nasional adalah tatanan prosedur dan mekanisme kerja yang terintegrasi meliputi unsur institusi, sumber saya manusia, basis data, perangkat keras dan lunak, serta jaringan komunikasi data yang terkait satu sama lain dengan tujuan untuk penyampaian, pengelolaan, penyajian, pelayanan serta penyebarluasan data dan/atau Informasi Industri.
Contoh: Untuk menjamin koneksi Sistem Informasi Industri Nasional dengan sistem informasi di daerah, Pemerintah Daerah provinsi dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota membangun sistem Informasi Industri di provinsi dan kabupaten/kota.

17. Standar Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat dengan SNI adalah standar yang ditetapkan oleh lembaga yang menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan di bidang standardisasi.
Contoh: Air minum dalam kemasan wajib memiliki SNI, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 49/M-IND/PER/3/2012 Tahun 2012 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Secara Wajib.

18. Standarisasi adalah proses merumuskan, menetapkan, menerapkan, memelihara, memberlakukan, dan mengawasi standar bidang industri dilaksanakan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan.
Contoh: Pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Standardisasi Nasional di bidang akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN mempunyai tugas menetapkan akreditasi dan memberikan pertimbangan serta saran kepada BSN dalam menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi. Dari sistem dan kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk barang dan/atau jasa Indonesia di pasar global.

19. Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintah Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Contoh: Pemerintah memiliki wewenang dalam penetapan standar industri dan produk tertentu yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan umum, kesehatan, lingkungan dan moral sebagaimana yang terdapat pada UU Nomor 24 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.

20. Pemerintah Daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah.
Contoh: Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi, dan tenaga kerja sebagaimana terdapat pada UU Nomor 22 Tahun 1999.

21. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah bidang industri.
Contoh: Kementrian Perindustrian dikepalai oleh seorang Menteri Perindustrian dan dibantu oleh seorang Wakil Menteri dimana tugas penting Kementrian Perindustrian adalah membuat dan merumuskan berbagai kebijakan yang berfungsi untuk menyokong visi dan misi dari Kementrian Perindustrian.


Sumber :
file:///C:/Users/user%20pc/Downloads/UU_Perindustrian_No_3_2014.pdf
http://www.radioprssni.com/prssninew/internallink/legal/uu_pemerintahan_daerah.htm
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/bsnp/PP25-2000DaerahOtonom.pdf
http://www.kemendag.go.id/files/regulasi/2003/02/84_mpp.pdfTugas Hukum Industri Tentang Undang

Senin, 28 Desember 2015

Industri di Daerah Pesisir


     Kebutuhan masyarakat akan kelapa sebagai bahan baku utama beberapa makanan khas daerah di Indonesia. Ditambah lagi fakta bahwa rendang merupakan salah satu makanan terlezat di dunia versi CNN. Membuat pamor makanan bersantan di Indonesia semakin meningkat, yang berimbas pada semakin tingginya permintaan terhadap santan kelapa.
     Dalam era Globalisasi ini diketahui bahwa waktu harus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjalani kehidupannya, terutama industri kecil yang memerlukan bantuan alat atau mesin ini, guna untuk mempercepat proses produksi yang dikerjakaan untuk lebih efektif, efisien dan optimal, sehingga bisa memproses kelapa dengan banyak dengan waktu yang singkat. Maka dari itu, kita membuat atau mengembangan alat pengupas kelapa.


֍ Asal usul Kelapa

    Tanaman kelapa diperkirakan berasal dari Amerika Selatan. Tanaman kelapa sendiri telah dibudidayakan di sekitar Lembah Andes di Kolumbia, Amerika Selatan sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Catatan lain menyatakan bahwa tanaman kelapa berasal dari kawasan Asia Selatan atau Malaysia, atau mungkin berasal dari Pasifik Barat. Selanjutnya, tanaman kelapa menyebar dari pantai yang satu ke pantai yang lain. Cara penyebaran buah kelapa itu sendiri bisa melalui aliran sungai atau lautan, atau dibawa oleh para awak kapal yang sedang berlabuh dari pantai yang satu ke pantai yang lain.
    Membudidayakan kelapa yang sudah tua banyak ditemukan di daerah Philipina dan Sri Langka. Daerah tersebut tanaman kelapa dikenal sejak 3000 tahun yang lalu. Ada sementara para ahli berpendapat bahwa tanaman kelapa berasal dari Philipina. Negara Philipina juga merupakan salah satu perintis dalam teknologi pengolahan berbagai macam produk kelapa.
    Pohon kelapa dan buahnya mempunyai sejarah panjang di Indonesia, bahkan merupakan lambang atau pengenal kepulauan Indonesia. Yang menarik, dalam mitologi Hindu dan menurut Kitab Suci Weda, kelapa merupakan "pohon surgawi." Konon, Dewa Wisnu, membawa pohon kelapa sebagai sumber kesehatan, ketenangan, panjang usia, dan kedamaian. Pohon kelapa dianggap suci, dan berperan penting dalam semua upacara keagamaan.


֍ Latar Belakang

     Sebagai negara yang mempunyai kepulauan dan berada di daerah tropis dengan kondisi agroklimat yang mendukung. Indonesia juga merupakan negara penghasil kelapa yang utama di dunia. Pada tahun 2000, luas area tanaman kelapa di Indonesia mencapai 3,76 juta Ha, dengan total produksi diperkirakan sebesar 14 miliyar butir kelapa yang sebagian besar (± 95%) merupakan hasil dari perkebunan rakyat. Kelapa mempunyai nilai dan peran yang sangat penting, baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun social budaya.
     Sabut kelapa merupakan hasil samping, yang mana biasanya hasil dari serat sabut kelapa dijadikan areng untuk pembakaran makanan, dan merupakan bagian yang terbesar dari buah kelapa, yaitu sekitar 35 persen dari bobot buah kelapa. Dengan demikian, apabila secara rata-rata produksi buah kelapa per tahun adalah sebesar 5,6 juta ton, maka berarti terdapat sekitar 1,7 juta ton sabut kelapa yang dihasilkan. Potensi produksi sabut kelapa yang sedemikian besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambahnya.
     Dalam perdagangan di dunia, kelapa dikenal sebagai Coco Fiber, Coir Fiber, Coir Yarn, Coir Mats, dan Rugs yang merupakan produk hasil pengolahan sabut kelapa. Serat sabut kelapa bagi negara-negara tetangga penghaasil kelapa sudah merupakan komoditi ekspor yang memasok kebutuhan dunia yang berkisar 75,7 ribu ton pada tahun 1990. Walaupun Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, pangsa pasar serat sabut kelapa masih sangat kecil. Kecenderungan kebutuhan di dunia terhadap serat kelapa yang meningkat dan perkembangan jumlah serta keragaman industri di Indonesia yang berpotensi dalam menggunakan serat sabut kelapa sebagai bahan baku / bahan pembantu, merupakan potensi yang sangat besar bagi penambang industri dalam pengolahan serat sabut kelapa.
     Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satu produk dari kelapa adalah airnya, ternyata dalam larutannya, air buah yang nyiur ini punya khasiat dan nilai gizi yang luar biasa. Tidak hanya unsur makro berupa nitrogen dan karbon, tetapi juga unsur mikro yang sangat dibutuhkan tubuh ada di air kelapa. Unsur nitrogen di dalamnya berupa protein yang tersusun dari asam amino, seperti alanin, sistin, arginin, alin, dan serin. Dibandingkan asam amino yang terdapat di susu sapi, asam amino yang terkandung dalam air kelapa ternyata lebih tinggi. Sementara itu unsur karbon dapat dijumpai dalam bentuk karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol, dan lainnya. Begitu pula dengan unsur mikro dalam air kelapa berupa mineral yang dibutuhkan sebagai penganti ion tubuh. Layak memang, bila setelah minum kelapa muda tubuh kita terasa kembali segar.
     Jika diteliti lebih jauh, air kelapa ternyata juga mengandung beragam vitamin, yaitu berupa vitamin C yang dominan, asam nikotinat, asam folat, asam pantotenat, biotin, serta riboflavin. Tak heran jika air kelapa juga dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional sekaligus kecantikan.
     Di samping itu, secara khusus, air kelapa kaya akan potasium (kalium). Selain mineral, air kelapa juga mengandung gula (bervariasi antara 1,7 sampai 2,6 persen) dan protein (0,07- 0,55 persen), karena komposisi gizi yang demikian ini, maka air kelapa berpotensi dijadikan bahan baku produk pangan. Di Filipina, air kelapa dimanfaatkan untuk proses pembuatan minuman, jelly, alkohol, dektran, cuka, dan nata de coco. Di Indonesia, air kelapa digunakan sebagai minuman (air kelapa muda) dan media pembuatan nata de coco. Kelapa termasuk buah-buahan tropis yang menghendaki suhu tertinggi (lebih dari 25ÂșC) untuk tumbuh dan berbuah di Indonesia.
     Dari aspek teknologi, pengolahan serat sabut kelapa relatif sederhana yang dapat dilaksanakan oleh usaha-usaha kecil. Adapun kendala dan masalah dalam pengembangan usaha kecil/menengah industri pengolahan serat sabut kelapa adalah keterbatasan modal, akses terhadap informasi pasar dan pasar yang terbatas, serta kualitas serat yang masih belum memenuhi persyaratan.
     Dalam rangka menunjang pengembangan industri serat sabut kelapa yang potensial ini, diperlukan kreatifitas yang dapat dimanfaatkan oleh rakyat sehingga dapat memudahkan semua pihak dalam mengimplementasikan pengembangan kreatifitas dalam mengolahan serat sabut kelapa ini. Tujuan dari kreatifitas ini adalah :

1. Menciptakan alat yang dapat memudahkan dalam memproduksi dalam untuk kapasitas yang besar dengan produksi yang cepat

2. Dapat menghemat waktu dan tenaga serta biaya dalam memproduksi pengupasan sabut kelapa

3. Mengurangi biaya produksi karena harga mesin yang relatif murah

Fungsi dari mesin ini yaitu untuk memisahkan kulit atau serabut kelapa dengan bagian kelapa, sehingga diharapkan dengan adanya mesin yang kita kembangkan ini dapat lebih efektif dalam proses pengerjaannya, menghemat waktu dan tenaga, serta menghasilkan kualitas yang baik dan aman dalam proses pengupasan serabut kelapa.



֍ Dasar Teori

Poros
Elemen mesin yang merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu perancangan mesin yaitu poros (shaft). Pada umumnya mesin ini meneruskan daya bersama-sama dengan putaran poros, Poros tersebut bisa dipasang dengan pully. Pemasangan pada elemen mesin biasanya poros dikasih alur pasak, pembebanan pada poros tersebut tergantung pada pembebanan besarnya daya putaran mesin yang diberikan, serta beberapa bagian mesin yang ikut menempel pada poros, biasanya beban puntir yang disebabkan poros bisa gaya-gaya radial atau aksial, tapi ada juga puntir atau lentur, tetapi kombinasi beban lentur dan beban puntir dapat juga terjadi pada poros.

Bantalan
Bantalan yaitu suatu elemen mesin yang menumpu poros berbeban,sehingga putaran atau gerakan bolak balik yang dihasilkan dapat berlangsung secara halus,aman dan mempunyai umur yang panjang. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesinnya bekerja dengan baik.

Sabuk dan Puli
Sebuah sistem sabuk dan puli ditandai oleh dua atau lebih puli. Hal ini memungkinkan untuk tenaga mekanik, torsi, dan kecepatan untuk ditransmisikan di as roda. Jika puli adalah diameter berbeda, maka keuntungan mekanik direalisasikan.


֍ Permasalahan dan Solusi Sabut Kelapa di Indonesia

     Mengenai kelapa di Indonesia, ada suatu lembaga yaitu Asosiasi Industri Sabut Kelapa (AISKI) menyoroti bahwa minimnya peran lembaga negara dalam menyokong kinerja ekspor serat sabut kelapa. AISKI menilai seharusnya lembaga ekspor seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dibentuk untuk mendorong peningkatan ekspor sekaligus menyediakan pembiayaan ekspor nasional, tetapi Kabid Penelitian dan Pengembangan AISKI Ady Indra Pawennari menyatakan selama ini aktivitas ekspor sabut kelapa masih lesu. Hal ini terlihat dari jumlah ekspor sabut kelapa, atau yang dikenal dengan sebutan coco fiber, tidak sampai 0,01% dari total produksi. Bahkan, pengembangan industri coco fiber terkendala rendahnya kapasitas produksi akibat lemahnya infrastruktur. Karena minimnya investasi, menjadi salah satu biang terkait permasalahan tersebut. Padahal dengan memperlebar investasi di sektor pengolahan sabut kelapa, akan berdampak pada terbukanya peluang pekerjaan, sehingga hal ini dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Walaupun di Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, namun pangsa pasar serat sabut kelapa masih sangat kecil. Potensi produksi sabut kelapa yang sedemikian besar selama ini belum dimanfaatkan sepenuhnya, maka untuk kegiatan produktif ini dapat meningkatkan nilai tambah Padahal, kecenderungan kebutuhan dunia terhadap serat kelapa terus meningkat.


֍ Perindustrian di Daerah Pesisir

     Minimnya peran lembaga negara dalam membantu kinerja ekspor serat sabut kelapa, kita dapat mengetahui bahwa pemberdayaan program sumber daya ekonomi social ini seharus mampu melakukan gerak cepat dalam mengupayakan perekonomian masyarakat yang didasarkan pada desa atau kota. Selain kita menciptakan alat pengupas serat sabut kelapa, menghemat waktu, tenaga serta biaya memproduksi dan mengurangi biaya produksi karena kita menciptakan harga mesin yang relatif murah, kita juga harus mampu mencapai tujuan yang lain, seperti kenaikan pendapatan masyarakat dan pendapatan ekspor bersih; pendiri struktur industri berdasarkan pada kekuatan kecil-menengah; mengembangkan kekuatan bisnis agribisnis dan agroindustri sistem; mencapai keunggulan kompetitif global dengan meningkatkan produktivitas, inovasi, dan penyebaran informasi teknologi yang efektif, meningkatkan kualitas produk serta standar kualitas global (seperti ISO); dan menciptakan pembangunan ekonomi untuk mencapai kelanjutan kegiatan ekonomi yang tinggi dan berkinerja dan menjaga industri pengolahan lingkungan. Dengan alasan logis yang ditunjukkan, seperti bahwa Indonesia telah kelapa terbesar ditanam daerah (sekitar 3,76 Juta hektar atau 31,4 persen dari daerah ditanami kelapa di dunia), sehingga Indonesia mendapatkan 24,4 persen pangsa produksi kelapa di dunia dikarenakan kualitas coir yang berkelanjutan merupakan salah satu sub sektor industri yang diidentifikasi di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan tersebut.
     Berdasarkan paparan mengenai solusi diatas, mungkin kita pernah berpikir “ oia, kenapa kita tidak mengembangkan potensi di daerah pesisir saja ya daripada kita bekerja untuk perusahaan lain yang kemungkin minat kita bukan sekedar bekerja saja, malainkan menjadi bos ”, bahkan guru kita pernah memberi nasehat yang isinya “ ada 4 kebahagiaan seseorang yaitu salah satunya rezekinya di negara sendiri ”. Jadi, berbanggalah jika kita bisa bekerja untuk negara kita sendiri, salain itu kita juga bisa mengembangkan sumber daya alam yang sangat berpotensi untuk di kreasikan oleh anak bangsa kita ini. Untuk mengoptimalkan potensi dari serat sabut kelapa supaya tidak terbuang percuma, dengan penanganan yang baik, pemanfaatan serat alam akan sangat membantu sebagai salah satu solusi permasalah lingkungan.
     Selain menciptakan mesin untuk mengupas kelapa, ternyata hal ini bisa meningkatkan ekonomi yang sangat baik. Kelapa sendiri juga memiliki banyak manfaat untuk manusia dan bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan ekonomi negara kita yaitu, melalui budi daya kelapa dan dipasarkan ke luar Indonesia. Dengan kita membudidayakan kelapa tersebut, kita dapat mengolahnya juga menjadi barang-barang dengan desain yang unik dan berkualitas dapat dibuat dari bagian-bagian kelapa. Buah kelapa sebagai bagian dari pohon kelapa yang memiliki banyak manfaat, terutama di bidang interior, furniture dan kerajinan interior, sudah selayaknya lebih mendapat perhatian dari pemerintah, dunia industri, desainer maupun arsitek, sebagai material yang layak dikembangkan secara optimal sebagai material yang sustainable, dengan local content yang tinggi serta dapat memberi dampak peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya khususnya masyarakat di daerah pinggiran pantai. Berdasarkan pengamatan ke berbagai pameran interior, furniture dan kerajinan, beragamnya produk turunan dari sabut kelapa dan prospek pemasaran yang baik pada saat ini sayangnya kurang diimbangi dengan pengembangan desain. Desain produk sabut kelapa saat ini masih banyak bersifat fungsional dan belum dioptimalkan menjadi produk yang lebih bernilai jual tinggi.
     Prospek kajian ini sangat berkaitan dengan kerjasama dan multi disiplin ilmu. Hal mendesak yang diperlukan saat ini adalah adanya beberapa penelitian berkelanjutan tentang rancangan interior, furnitur dan aksesoris interior rumah yang memanfaatkan produk turunan sabut kelapa ini antara lain CFB yang mampu mengoptimalkan nilai ekonomis sabut kelapa. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mewujudkan beragam prototipe desain yang dapat diproduksi dengan teknologi tepat guna yang sesuai bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area perkebunan kelapa maupun di sekitar pesisir pantai.
     Mungkin cukup sekian paparan dari kita, jika hal ini dapat menginspirasi kita diharapkan dapat memberikan kemajuan tentang menciptakan suatu alat yang mungkin belum pernah kita pikirkan dan pengembangan desain dalam hal pemanfaatan produk turunan sabut kelapa sehingga dapat bernilai ekonomis yang tinggi serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Genbate !!!

DAFTAR PUSAKA

http://wendy-uyee10.blogspot.co.id/2012/05/asal-usul-dan-manfaat-pohon-kelapa.html

Sunarjono, H. (2006). Berkebun 21 jenis tanaman buah. Niaga Swadaya.

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/11/09/11/lrc4yu-cnn-rendang-masakan-terlezat-di-dunia-tambo-cie-dah

http://industri.bisnis.com/read/20140911/99/256621/ekspor-sabut-kelapa-minim-dukungan

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jmagr/article/view/3359

https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/5016

Anonim (2000). Hasil pengkajian sabut kelapa sebagai hasil samping. Jakarta: Bank Indonesia. 15 hal.